- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Gunung Dukono
Gunung Dukono yang terletak di ujung utara pulau Halmahera merupakan satu dari rangkaian gunung-gunung berapi aktif yang ada di Maluku. Di Indonesia, dari sembilan gunung berapi yang aktif, Dukono bersama dengan gunung Lokon di Sulawesi Utara merupakan dua yang paling sering berstatus waspada (level 2). Setiap tahunnya sejak 1933, Dukono tercatat selalu melakukan erupsi. Erupsi merupakan aktifitas keluarnya magma dari dalam bumi yang biasanya ditandai dengan suara gemuruh guguran.
Pengalaman mendaki Dukono sebenarnya merupakan pengalaman pertama mendaki gunung di Halmahera. Dari sekian banyak gunung yang ada, Dukono dengan letak yang terisolir memang memiliki daya tarik tersendiri.
Dukono sendiri bukanlah yang tertinggi di Halmahera. Gunung Gamkonora di Ibu-Halmahera Barat yang baru saja meletus pada 2007 silam adalah yang tertinggi dengan ketinggian 1.635 m dpl.
Untuk mendaki Dukono dengan ketinggian 1.185 m di atas permukaan laut dapat ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Pendakian dapat dimulai dari desa Mamuya atau Ruko.
Jika anda datang dari Tobelo ke desa Mamuya, rumah terakhir di samping kanan jalan adalah Kantor BMG. Di situ anda dapat menanyakan status terkini Dukono, menandatangani buku tamu dan menanyakan tentang jalur untuk dilalui. Jalan kecil tepat di depan Kantor BMG adalah awal dari jalur menuju puncak Dukono.

Provinsi
